Abu Ma’mur MF Lahir di Tegal dan bermukim
di Brebes. Puisi-puisi dan tulisannya tersebar di Horison, Suara Merdeka,
Wawasan, Muslimah, Sabili, Perkawinan dan Keluarga, Tren, Kabar Pesisir, dsb.
Sejumlah puisinya juga termuat dalam Bunga Rampai: Mengenang
Piek Ardijanto Soeprijadi (2003), Persetubuhan Kata-kata (Taman Budaya Jawa
Tengah, 2009), Ngranggeh Katuranggan (Yayasan Pustaka, 2009), Munajat Sesayat
Doa (FLP Riau, 2011), Kosong=Isi: Antologi Puisi 107 Penyair Indonesia dan
Malaysia (Lesbumi, 2012), Balada Asu (Yayasan Pustaka, 2012), Dialog Taneyan
Lanjang (Majlis Sastra Madura, 2013), Ganti Lakon Sintren Dadi Ratu (Kampung
Seni Kota Tegal, 2014), Puisi Menolak Korupsi Jilid 4: Ensiklopegila Koruptor
(Forum Sastra Surakarta, 2015), Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia Jilid III
(Sibuku Media, Yogyakarta, 2015), Memo Anti Terorisme (Forum Sastra Surakarta,
2016), Pray For Indonesia (Mawar Publisher, 2016), Antologi Puisi Akrostik: Dua
Sayap (FAM Publishing, 2016), Arus Puisi Sungai (Tuas Media, 2016), dan Pasie
Karam (Antologi Puisi Temu Penyair Nusantara pada Pekan Kebudayaan Aceh 2016)
Sekarang aktif di Komite Sastra Dewan Kesenian Kabupaten Brebes.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar